Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
QOSIDAH BURDAH BAGIAN KE-IX
Kisah Nakal
Januari 17, 2014
الفصل
التاسع : في التوسل بالنبي صلى الله عليه وسلم
Bagian ke-IX:
Tawassul
خَدَمْتُهُ بِمَدِيحٍ أَسْتَقِيلُ
بِهِ ۞ ذُنُوبَ عُمْرٍ مَّضٰى فِي الشِّعْرِ وَالنَّدِمِ
Kupuja nabi dengan pujian kumohon adanya
pengampunan
Dosa –dosa hidup yang terlewatkan dalam
bersyair dan pujian
إِذْ قَلّدَانِيَ مَا تَخْشٰى
عَوَاقِبُهُ ۞ كَأَنَّنِيْ بِهِمَا هَدْىٌ مِنَ النَّعَمِ
Keduanya mengalungi diriku sesuatu yang
menakutkan akibatnya dengan dua perkara itu
Seakan akan diriku hewan sembelihan berupa unta
أَطَعْتُ غَيَّ الصِّبَا فِيْ الحَالَتَيْنِ
وَمَا ۞ حَصَّلْتُ إِلاَّ عَلَى الْأَثَامِ وَالنَّدَمِ
Kuturuti bujuk rayu masa muda dalam bersyair
dan memuja
Tak ada yang ku dapatkan kecuali dosa dan
penyesalan
فَيَا خَسَارَةَ نَفْسٍ فِيْ تِجَــــارَتِهَا ۞ لَمْ تَشْتَرِ الدِّيْنَ بِالدُّنْيَــا
وَلَمْ تَسُمِ
Alangkah ruginya jiwa dalam perdagangannya
Tak pernah beli agama dengan dunia dan pernah
menawarnya
وَمَنْ يَبِعْ أٰجِلً مِنْهُ
بِعَاجِلِهِ ۞ بَيْنَ لَهُ الْغَبْنُ فِيْ بَيْعٍ وَفِيْ
سَلَمِ
Barangsiapa menjual akhirat dengan dunia
kebahagian sesaat
Maka nyata baginya kerugian dalam jual beli dan
akad salam[1]
إِنْ أٰتِ ذَنْبًا فَمَا عَهْدِيْ
بِمُنْتَقِضٍ ۞ مِنَ النَّبِيِّ وَلاَ حَبْلِيْ بِمُنْصَرِمِ
Jika dosa kulakukan janjiku pada nabi tidaklah
terputuskan
Dan juga tali hubungan takkan terputuskan
فَإِنَّ لِيْ ذِمَّةً مِنْهُ
بِتَسْمِيَتِى ۞ مُحَمَّدًا وَهْوَ أَوْفَى الْخَلْقِ بِالذِّمَمِ
Sesungguhnya ku punya jaminan namaku muhammad
sesuai dengan nabi
Nabi lebih sempurnanya makhluk ciptaan dalam
menepati janji
إِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْ مَعَادِيْ أٰخِذًا
بِيَدِيْ ۞ فَضْلً وَإِلاَّ فَقُلْ يَا زَلَّةَ الْقَدَمِ
Jika di akhirat nabi tak ulurkan tangan
menolongku sebagai fadhal keutamaan
Maka sampaikanlah kata “wahai orang yang
tergelincir kakinya”
حَاشَاهُ أَنْ يَّحْرِمَ الرَّاجِيْ
مَكَارِمَهُ ۞ أَوْ يَرْجِعَ الْجَارُ مِنْهُ غَيْرَ
مُحْتَرَمِ
Maha suci Allah ta`ala nabi tak tolak pengharap
syafaatnya
Atau tetangga kembali darinya tanpa dihormati dan dimuliakan
وَمُنْذُ أَلْزَمْتُ أَفْكَارِيْ
مَدَائِحَهُ ۞ وَجَدْتُهُ لِخَلَصِي خَيْرَ مُلْتَزِمِ
Sejak kucurahkan segala pikiran untuk
memberikan aneka pujian
Maka untuk keselamatanku nabi kudapatkan sebaik
baik pemberi jaminan
وَلَنْ يَفُوتَ الْغِنٰى مِنْهُ
يَدًا تَرِبَتْ ۞ إَنّ الْحَيَا يُنْبِتُ الْأَزْهَارَ فِيْ اْلأَكَمِ
Pemberian nabi takkan luputkan setiap tangan
yang membutuhkan
Susengguhnya
hujan akan menghidupi bunga – bunga di bukit tinggi
وَلَمْ أُرِدْ زُهْرَةَ الدُّنْيَا
الَّتِي اقْتَطَفَتْ ۞ يَدَا زُهَيْرٍ بِمَا أَثْنٰى عَلَى حَرَمِ
Aku tidaklah mengharapkan dunia yang penuh
kenikmatan
Seperti yang zuhair petik dengan tangannya atas
raja haram yang ia puja
- QOSIDAH BURDAH PERTAMA
- QOSIDAH BURDAH BAGIAN KE-II
- QOSIDAH BURDAH BAGIAN KE-III
- QOSIDAH BURDAH BAGIAN KE-IV
- QOSIDAH BURDAH BAGIAN KE-V
- QOSIDAH BURDAH BAGIAN KE-VI
- QOSIDAH BURDAH BAGIAN KE-VII
- QOSIDAH BURDAH BAGIAN KE-VIII
Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...